Belakangan ini pinjaman daring (online) begitu diminati masyarakat karena kemudahannya mendapat pinjaman secara cepat. Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Sosiologi Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi mengatakan, fleksibilitas dari pinjaman online bisa jadi salah satu penyebab terkuat digemarinya layanan keuangan ini.

“Lembaga keuangan informal, termasuk pinjaman online, memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi, misalnya sistem pembayaran cicilan yang beragam dan adanya toleransi peminjam yang tidak memiliki jaminan atau agunan,” sebut Prof Bagong.

Namun, menurut Prof Bagong, kemudahan itu kerap menjerumuskan peminjam ke dalam jeratan pinjaman online. “Meskipun pinjaman online memiliki aturan tertulis, dalam praktiknya lebih banyak lembaga yang bersifat terlalu fleksibel sehingga dari sisi substansi sebetulnya tidak beda dari rentenir,” ungkap dosen pada Departemen Sosiologi tersebut.

Di balik kemudahan dalam meminjam uang, ternyata jika tidak waspada, jeratan sudah menunggu di depan mata peminjam. “Kadang masyarakat sebagai peminjam lupa bahwa ada konsekuensi atau syarat yang harus dipenuhi sehingga bisa saja nasabah meminjamnya Rp 5 juta, tetapi kewajiban bayarnya Rp 500 juta akibat menunggak, lupa, atau telat bayar,” sebutnya.

“Hal-hal seperti ini biasanya tidak dipikirkan oleh nasabah karena didesak kebutuhan dan berujung jadi korban bujuk rayu rentenir daring,” tambahnya. Tak hanya bunga yang mencekik, nasabah yang menunggak juga harus siap saat diteror oleh debt collector lembaga pinjaman online.

Dalam mencegah hal tersebut terjadi, tidak hanya menjadi tugas pemerintah untuk memberantas pinjaman online ilegal yang bertebaran, tetapi juga peran serta masyarakat menjadi kunci dalam hal ini. “Kuncinya literasi keuangan dalam masyarakat, jangan sampai orang terjerumus dalam bujuk rayu pinjaman online, tetapi tidak sadar risiko yang akan dihadapi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Bagong juga berpesan untuk berhati-hati agar tidak terjebak dalam pinjaman online. “Dahulukan dukungan kerabat atau sosial terlebih dahulu daripada terjerumus dari jebakan rentenir daring yang akan membebani nasabah dengan suku bunga yang tinggi,” tutupnya.

Unair merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia yang berusaha senantiasa mengedukasi masyarakat. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Unair, kunjungi laman unair.ac.id. (*)