Covid-19 masih mengalami penambahan kasus setiap harinya. Pada Rabu (11/8/2021) terdapat penambahan kasus baru sejumlah 39.931 pasien. Di samping itu, pemberian vaksinasi juga kian gencar dilakukan guna berdamai dengan pandemi Covid-19 melalui herd immunity. Berdasarkan data (11/8) yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa vaksinasi di Indonesia pada dosis pertama telah mencapai angka 51.443.042 atau setara dengan 24,87 persen. Sementara itu, dosis kedua telah mencapai angka 25.502.849 atau 12,25 persen.

Varian-varian virus Covid-19 yang bermunculan seperti Alpha dan Delta tak lagi membuat herd immunity harus terpenuhi minimal 70 persen. Kemampuan varian Alpha dan Delta yang menyebar lebih cepat membuat angka herd immunity yang harus dicapai naik menjadi 80 hingga 90 persen. Percepatan vaksin yang dilakukan tentu juga membutuhkan tenaga yang lebih banyak. Kendati demikian, permasalahan lain juga bermunculan seperti banyaknya tenaga kesehatan yang turut terpapar Covid-19.

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa D-3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mengabdikan diri menjadi relawan vaksinasi. Relawan vaksinasi tersebut terbagi menjadi dua kelompok, yakni relawan vaksinasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan dan relawan Gresik Tangguh.

Jumlah relawan vaksinasi Dinkes Lamongan sebanyak 19 orang, sedangkan relawan Gresik tangguh sebanyak 16 orang yang terdiri atas mahasiswa semester 6. Riris Ayuni Firdha selaku perwakilan mahasiswa yang menjadi relawan vaksinasi Dinkes Lamongan mengatakan bahwa dalam sehari kuota vaksinasi yang disediakan adalah sekitar 100 hingga 300 vaksin.

herd immunity
Proses vaksinasi yang dilakukan oleh mahasiswa D-3 Keperawatan yang tergabung dalam Relawan Gresik Tangguh.

“Kegiatannya itu membantu pelaksanaan di masing-masing wilayah kerja puskesmas yang sudah dibagi oleh Dinkes. Sehari kuotanya beda-beda antara 100 sampai 300,” terangnya.

Sementara itu, Alvionita Chumaidi Putri sebagai perwakilan mahasiswa relawan Gresik tangguh mengatakan dalam sehari sasaran vaksinasi sebanyak 200 hingga 500 vaksin. “Kegiatan yang dilakukan seperti melayani pendaftaran, screening, hingga observasi pascavaksinasi dengan 200 hingga 500 sasaran per hari,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 merupakan masalah bersama, penanggulangannya tidak akan maksimal jika hanya sepihak yang melakukan, tetapi harus bersama-sama. Oleh sebab itu, Riris dan Alvionita serta mahasiswa lain yang tergabung dalam relawan vaksinasi merasa bahwa sebagai mahasiswa kesehatan mereka punya peran besar untuk membantu penanggulangan Covid-19, utamanya dalam tercapainya herd immunity.

“Semoga masyarakat bisa lebih antusias lagi dalam mendapatkan vaksin. Terkadang ada saja ditemukan kelebihan kuota karena masyarakat yang tidak mau divaksin, padahal saat ini vaksin sangat dibutuhkan,” jelas Riris.

“Senang rasanya bisa ikut berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19. Selain membantu memberi pelayanan vaksinasi, kegiatan ini bisa mengisi waktu luang dan menambah relasi dengan relawan yang lain,” imbuh Riris.

Mahasiswa D-3 Keperawatan yang ikut berperan aktif sebagai relawan vaksinasi berharap dengan keikutsertaan mereka dapat mempercepat tercapainya herd immunity. “Dengan gencarnya proses vaksinasi dilakukan, semoga jumlah masyarakat yang mendapat dosis 1 atau 2 vaksin Covid-19 semakin meningkat. Semoga herd immunity juga segera tercapai,” tutup Alvionita.

Unair merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia yang mendorong sivitas akademikanya senantiasa berperan aktif di masyarakat. Untuk mengetahui kiprah mahasiswa dan alumni Unair lainnya, kunjungi laman unair.ac.id. (*)